Skip to main content

Posts

angan

Rabu, 20 Maret 2019. Waktu tepat menunjukan pukul 22:36 WIB. Aku kembali berkutik dengan keyboard   dan layar menyala di depanku.Berfikir, tempat impian masa depanku.Kalau boleh jujur, aku ingin ke luar angkasa. Melihat ratusan ribu manusia yang sibuk 24/7 dengan kegitannya dari atas sana. Tapi itu hanyalah fiksi. Sekarang, mari kita lihat yang nyata. tempat pulang atau bersenang Aku memilih Bandung untuk menjadi tempat liburan impianku. Rendah? Bukan, kalian belum mengenal Kota ini. Kota bersejarah dan banyak cerita setiap aku mengunjungi Kota ini. Tempat dimana dahulu aku berangan akan menimba ilmu di Kota ini, nyatanya tidak. Bandung memiliki tempat yang ingin aku kunjungi satu persatu di dalamnya. Tempat dimana selalu memiliki cerita, nyaman, dan ingin kembali mengunjunginya.  Walaupun dengan kemacetan dan jalan yang selalu membuatku sering kali tersesat, dikalahkan oleh udara dan suasana di Kota ini.  Alamnya selalu membuat takjub. Kenyamanan yang dici...
Recent posts

hilang djiwa

T I N G G A L a t a u T U N G G U “ It takes a little patience and faith, but it’s worth the wait.” Karena semua yang terjadi pasti datang dari dua sisi. Walaupun sisi lain itu adalah bayangan kita sendiri. Pada dasarnya diri sendiri dapat mengajarkan kehilangan. Kalau bertanya siapa, akan ku jawab bayangan. Kalau ditanya kapan, akan ku suruh ke tempat gelap. Akan ku tanya, apakah masih ada bayangan yang datang dari dirimu sendiri? Kehidupan memberikan pelajaran, tentang siapa yang datang saat butuh dan meninggalkan saat dipikir sudah cukup. Nantinya akan kembali lagi, itu urusannya. Lemahnya aku tidak dapat menolak kepulangannya kepada diriku. Dan jika tidak kembali, aku yang mencari. Walau aku bukan pulangnya yang sungguh. Lugu atau tabu? Mudahnya diriku jatuh dengan orang yang jelas – jelas tidak diperuntukan. Afeksi yang ku berikan tidak terbalaskan. Keluh dalam diri terbawa oleh angin menjadi tak terhiraukan, tak terdengar, tak terlihat. Lalu hati sebagai p...

katanya, bunga tidur

Rabu, 6 Maret 2019, tepatnya pukul 21:37 WIB, seorang mahasiswi tingkat dua sendang sibuk memikirkan akan banyaknya tugas yang dia punya. Ditambah tugas itu memiliki deadline  yang cukup singkat. Jari-jarinya masih berkutik dengan keyboard  laptop, otaknya terus jalan berfikir apa yang harus ia tulis agar para pembaca tertarik membaca kontennya. galeri bintangku Untuk minggu ini memang cukup melelahkan, aku masih saja sibuk bergulat dengan keyboard . Tetapi si sepuluh tidak mau mengerti, dia tetap saja asik berotasi dipikiranku. Aku siapa dan bagaimana aku nantinya? Sibuk menyulam kata dibalik tajamnya kenyataan. Asaku menari dalam setiap lentikan jari. Memeluk "aku" dalam jarak yang entah seberapa jauh. Menari di atas lampu, dalam balutan debu yang tak kunjung hilang. Berlatar putih, imajiku terbawa melayang. Citaku tak setinggi tanah, tak serendah api. Bersisihan tanpa saling tatap. Tak muluk-muluk, membawa serta keluarga mengitari Ka'bah dengan lafalku yan...

this, ramalia

Aloo! Dyah Rahma Amalia anak milenial dan seorang mahasiswi yang menempuh pendidikan di Universitas Padjajaran Fakultas Komunikasi dengan jurusan Hubungan Masyarakat yang masih sangat amatir ini akan mulai banyak menulis dalam blog ini. Semoga semua yang saya cari - cari selama ini akan saya temukan disini. Berharap tulisan di dalam sini menarik untuk dibaca oleh kalian. Ku harap kalian suka. setiap proses  membutuhkan usaha setiap proses membutuhkan tenaga tak peduli bagaimana hasilnya intinya kita sudah mencoba